Kamis, Desember 20, 2012

Berlangganan

Mengenal Kelebihan Dan Kekurangan Bahan Tambal Gigi Berlubang

Sakit gigi memang sangat menyakitkan, sobat mungkin sudah biasa putus cinta berkali kali 5 atau 6 kali biasa walau berat. Coba klo sakit gigi siapa yang tahan?  sakit gigi belum tentu tiap orang tahan untuk melawannya.
Walau Tentarake, pulisike, anak anakke, bapak bapakke, ibu ibuke..laki lakike, perempuanke.

Sakit gigi karena ada lubang pada gigi. Lubang gigi adalah kerusakan pada gigi yang disebabkan oleh penyakit gigi yang dikenal sebagai karies gigi, yaitu suatu penyakit yang terjadi bila bakteri yang terdapat di dalam mulut  memproduksi asam yang akan menyerang gigi Anda. Asam diproduksi oleh bakteri sebagai hasil dari fermentasi bakteri terhadap sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi.

Seiring waktu, asam ini akan melarutkan email pada gigi sehingga menyebakan terbentuknya lubang pada gigi. Tidak seperti penyakit lain, bila sudah terbentuk lubang, karies gigi tidak dapat sembuh dengan sendirinya.  Tetapi jika tanda awal terjadinya karies terdeteksi secara dini melalui pemeriksaan rutin, sehingga
kemudian dilakukan tindakan-tindakan pencegahan, maka karies dapat dihentikan atau disembuhkan,
sehingga gigi tidak perlu ditambal. Kapan saat yang tepat untuk menambal gigi? Untuk mendapatkan terapi penambalan, Anda tidak perlu menunggu sampai gigi terasa sakit dan
mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

bahan tambal gigi

Tanda tanda gigi harus ditambal yaitu :
1.  Gigi sangat sensitif terhadap panas, dingin, manis.
2.  Terbentuk lubang yang rentan perlekatan plak, sisa makanan.
3.  Fungsi terganggu.
4.  Estetik tergangu.
5.  Kecenderungan bergesernya gigi di sebelahnya akibat kehilangan kontak dengan gigi yang berlubang.

Tapi sekarang telah dikembangkan bahan tambal gigi sewarna gigi yaitu resin komposit dan
semen ionomer kaca dan porselen. Berdasarkan metode peletakannya, tambalan terbagi dalam dua
kategori yaitu :

1. Tambalan langsung

Tambalan langsung adalah tambalan yang diletakkan langsung pada gigi, prosedur penambalan selesai
dalam sekali kunjungan. Termasuk dalam kategori ini adalah tambalan amalgam, resin komposit, dan semen ionomer kaca.

2. Tambalan tidak langsung.
Tambalan tidak langsung adalah tambalan yang memerlukan dua kali kunjungan atau lebih. Termasuk dalam kategori  ini adalah tambalan yang berbentuk  inlay,  onlay, crown , dan  bridge  yang terbuat dari campuran
logam emas, porselen, dan resin komposit.

1. Amalgram :
Merupakan campuran beberapa logam dengan merkuri. Biasanya disebut tambalan perak karena warnanya yang menyerupai  warna perak. Umumnya digunakan pada gigi belakang. Bahan ini telah dipakai lebih dari 150 tahun di seluruh dunia. FDA, CDC, atau  WHO telah menyatakan tidak menemukan adanya bukti bahwa amalgam berbahaya untuk kesehatan, hal ini dikarenakan merkuri yang
terkandung dalam tambalan sifatnya terikat dengan logam dan jumlahnya pun sangat kecil.

Kelebihan :
Kuat, tahan lama, dan tahan terhadap tekanan kunyah paling murah di antara tambalan lainnya
Resiko terjadinya kebocoran yang menyebabkan masuknya bakteri dan makanan sangat kecil
Dapat ditambalkan pada suasana lembab, sehingga cocok digunakan pada anak-anak dan pada pasien dengan kebutuhan khusus.

Kekurangan :
Menyebabkan perubahan warna pada gigi karena bersifat korosiMembutuhkan banyak pengambilan jaringan
gigi yang sehat sehingga cenderung melemahkan struktur gigi yang tersisa cenderung menimbulkan
reaksi alergi pada beberapa pasien berupa inflamasi dan gatal-gatal.  Perbaikan tambalan amalgam juga membutuhkan perlakuan khusus untuk menghindari bahaya merkuri yang mungkin terlepas pada saat
pembongkaran tambalan. Pemolesan baru dilakukan pada kunjungan berikutnya

2. Resin Komposit

Merupakan campuran resin akrilik dengan  partikel kaca yang menghasilkan warna
serupa gigi. Proses pengerasan tambalan biasanya diaktifasi oleh sinar biru. Bahan in
menggunakan sistem adesif untuk melakat pada gigi. Sekarang bisa juga digunakan
sebagai tambalan tidak langsung, dalam bentuk veneer,  inlay,  atau  onlay.

Kelebihannya :
Warna sangat mirip dengan gigi.Tidak korosi. Cukup kuat, tahan lama, dan tahan tekanan kunyah yang tidak
terlalu besar pada ukuran tambalan kecil hingga sedang. Bisa digunakan untuk
semua gigi, depan maupun belakang. Membutuhkan lebih sedikit pengambilan jaringan gigi yang sehat.
Perbaikan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Pemolesan dilakukan langsung di akhir kunjungan.

Kekurangannya :
Lebih mudah pecah dan dapat terjadi sedikit abrasi permukaan dibanding amalgam. Paling sulit dalam pengaplikasiannya  dibanding tambalan lain, memerlukan teknik sensitif dan keterampilan yang cukup. Lebih mahal dibanding  amalgam. Perbaikan tambalan amalgam juga membutuhkan perlakuan khusus untuk menghindari  bahaya merkuri yang mungkin terlepas pada saat pembongkaran tambalan.Dapat menyebabkan reaksi  alergi, walau sangat jarang, lebih jarang dibanding amalgam.Lebih mudah terjadi kebocoran dan dapat terjadi sensitivitas gigi  akibat penambalan dengan prosedur yang tidak tepat.

3. Semen ionomer Kaca

Merupakan campuran asam akrilik dengan partikel kaca. Proses pengerasan terjadi dengan
sendirinya tanpa diaktifasi sinar. Melekat langsung ke struktur gigi. Umumnya digunakan
pada gigi anak-anak.

Kelebihannya :

Sewarna gigi tetapi tidak sebaik resin komposit. Mengandung fluor sehingga dapat mencegah terjadinya karies dikemudian hari.  Pembuangan jaringan gigi yang sehat sangat minimal bahkan terkadang tidak diperlukan pengeburan pada gigi.  Sangat biokompatibel,bersahabat dengan vitalitas gigi.

Kekurangannya :
Sangat rentan pecah dan abrasi permukaan, khususnya di daerah yang menerima tekanan kunyah. Biasanya digunakan  pada leher gigi maupun akar gigi, pada gigi anak-anak maupun sebagai dasar tambalan yang lebih keras. Lebih mahal dibanding amalgam, sedikit lebih muraj dibanding komposit.Abrasi pada permukaan
meyebabkan permukaan tambalan menjadi kasar sehingga rentan perlekatan plak gigi. Sangat jarang menimbulkan reaksi alergi.

5. Campuran Logam Emas
Merupakan campuran emas, tembaga dan logam lainnya. Digunakan dalam bentuk inlay,
onlay, crown, dan  bridge.

Kelebihannya:
Kekuatan dan ketahanannya paling baik dibanding tambalan lain.Lebih sedikit pengambilan jaringan gigi dibanding porselen. Tahan korosi. RIsiko kebocoran minimal karena bentuk dapat dengan mudah dimanipulasi.

Kekurangannya :
Paling mahal dibading tambalan lainnya. Tidak sewarna gigi. Dapat menyebabkan reaksi alergi, tetapi sangat jarang.

8. Porselen
Digunakan dalam bentuk tambalan veneer , inlay, onlay, crown dan bridge. Terdiri dari dua macam, yaitu all porselen 
dan metal porselen untuk meningkatkan kekuatan.

Kelebihannya :
Mirip sekali dengan warna gigi dengan bentuk anatomi yang serupa sekali dengan gigi asli.
Tidak mudah abrasi, tetapi dapat menyebabkan abrasi pada gigi lawannya.Tidak meyebabkan alergi.

Kekurangannya :
Rapuh, getas dan mudah retak. Cukup mahal Membutuhkan banyak pengambilan jaringan gigi dibanding logam.

Pilihan akan bergantung pada kebutuhan, kondisi gigi yaitu berdasarkan besar kerusakan yang
terjadi dan keinginan Anda. Banyak faktor yang akan mempengaruhi pilihan bahan tambal dan
tentunya dokter gigi akan merekomendasikan jenis yang paling cocok untuk Anda. Kesehatan
mulut, kebutuhan estetik, lokasi gigi, daya kunyah di area sekitar gigi, lama dan jumlah kunjungan
yang dibutuhkan untuk penambalan, serta biaya yang akan dihabiskan menjadi faktor yang dapat
mempengaruhi.

Jika Anda telah mengenal perbedaan antara berbagai jenis bahan tambal, mengenai kelebihan dan kekurangannya, serta prosedur penambalanya, setidaknya Anda telah mendapatkan gambaran mengenai bahan tambal gigi yang terbaik untuk gigi Anda.
Semoga bermanfaat.

Sumber : Drg. Rina Permatasari, Sp.KG,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar